JAKARTA.Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengakui
bahwa penyelenggaraan program wajib belajar (wajar) 9 tahun memang belum
tuntas. Meski angka rata-rata Angka Partisipasi Kasar (APK) yang
tercatat cukup tinggi, Dirjen Pendidikan Dasar Kemdikbud Suyanto mengaku
belum ada perubahan signifikan pada keterbukaan masyarakat Indonesia
terhadap pendidikan yang lebih tinggi.
"Memang kami akui, program
wajar 9 tahun ini baru bisa dirampungkan aspek kuantitatifnya dahulu,
dan secara kualitatif, memang belum meningkat pada kualitasnya. Kami
harus bekerja lebih keras lagi disamping meneruskan program wajar
ungkapnya di gedung A Kemendikbud, Jakarta, Senin (27/8/2012).
Suyanto
mengatakan bahwa program wajib belajar 9 tahun sebenarnya telah
dinyatakan rampung. Saat ini, pemerintah siap merintis wajib belajar 12
tahun. Rampungnya wajar 9 tahun secara kuantitatif ditunjukkan oleh
daerah yang sudah memiliki APK yang mencapai 98 persen.
Namun,
diakuinya pula, masih ada daerah tertinggal yang memiliki APK di bawah
90 persen, Bahkan, lanjutnya, masih banyak daerah di kabupaten yang
pendidikan dasarnya terbengkalai.
"Masih ada 22 provinsi yang
memiliki nilai APK rendah tersebar di kabupaten terpencil, saya kurang
hafal tapi ada sekitar 120-an kabupaten yang tertinggal yang masih susah
untuk menyelesaikan wajar 9 tahun itu," tandasnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar